Kamis, 30 Juli 2009

Gaya Hidup Islami Dan Gaya Hidup Jahili

Oleh: Surahmat (Yogyakarta)

Ada dua hal yang umumnya dicari oleh manusia dalam hidup ini. Yang pertama ialah kebaikan (al-khair), dan yang kedua ialah kebahagiaan (as-sa’adah). Hanya saja masing-masing orang mempunyai pandangan yang berbeda ketika memahami hakikat keduanya. Perbedaan inilah yang mendasari munculnya bermacam ragam gaya hidup manusia.

Dalam pandangan Islam gaya hidup tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu: 1) gaya hidup Islami, dan 2) gaya hidup jahili.

Gaya hidup Islami mempunyai landasan yang mutlak dan kuat, yaitu Tauhid. Inilah gaya hidup orang yang beriman. Adapun gaya hidup jahili, landasannya bersifat relatif dan rapuh, yaitu syirik. Inilah gaya hidup orang kafir.

Setiap Muslim sudah menjadi keharusan baginya untuk memilih gaya hidup Islami dalam menjalani hidup dan kehidupan-nya. Hal ini sejalan dengan firman Allah berikut ini:
Artinya: Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. (QS. Yusuf: 108).

Berdasarkan ayat tersebut jelaslah bahwa bergaya hidup Islami hukumnya wajib atas setiap Muslim, dan gaya hidup jahili adalah haram baginya. Hanya saja dalam kenyataan justru membuat kita sangat prihatin dan sangat menyesal, sebab justru gaya hidup jahili (yang diharamkan) itulah yang melingkupi sebagian besar umat Islam. Fenomena ini persis seperti yang pernah disinyalir oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . Beliau bersabda:

“Tidak akan terjadi kiamat sebelum umatku mengikuti jejak umat beberapa abad sebelumnya, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta”. Ada orang yang bertanya, “Ya Rasulullah, mengikuti orang Persia dan Romawi?” Jawab Beliau, “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah z, shahih).

“Sesungguhnya kamu akan mengikuti jejak orang-orang yang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, bahkan kalau mereka masuk ke lubang biawak, niscaya kamu mengikuti mereka”. Kami bertanya,”Ya Rasulullah, orang Yahudi dan Nasrani?” Jawab Nabi, “Siapa lagi?” (HR. Al-Bukhari dari Abu Sa’id Al-Khudri z, shahih).

Hadits tersebut menggambarkan suatu zaman di mana sebagian besar umat Islam telah kehilangan kepribadian Islamnya karena jiwa mere-ka telah terisi oleh jenis kepribadian yang lain. Mereka kehilangan gaya hidup yang hakiki karena telah mengadopsi gaya hidup jenis lain. Kiranya tak ada kehilangan yang patut ditangisi selain dari kehilangan kepribadian dan gaya hidup Islami. Sebab apalah artinya mengaku sebagai orang Islam kalau gaya hidup tak lagi Islami malah persis seperti orang kafir? Inilah bencana kepribadian yang paling besar.
Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda:


Artinya: “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka” (HR. Abu Dawud dan Ahmad, dari Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu hasan).

Menurut hadits tersebut orang yang gaya hidupnya menyerupai umat yang lain (tasyabbuh) hakikatnya telah menjadi seperti mereka. Lalu dalam hal apakah tasyabbuh itu?
Al-Munawi berkata: “Menyerupai suatu kaum artinya secara lahir berpakaian seperti pakaian mereka, berlaku/ berbuat mengikuti gaya mereka dalam pakaian dan adat istiadat mereka”.
Tentu saja lingkup pembicaraan tentang tasyabbuh itu masih cukup luas, namun dalam kesempatan yang singkat ini, tetap mewajibkan diri kita agar memprihatinkan kondisi umat kita saat ini.


Satu di antara berbagai bentuk tasyabbuh yang sudah membudaya dan mengakar di masyarakat kita adalah pakaian Muslimah. Mungkin kita boleh bersenang hati bila melihat berbagai mode busana Muslimah telah mulai bersaing dengan mode-mode busana jahiliyah. Hanya saja masih sering kita menjumpai busana Muslimah yang tidak memenuhi standar seperti yang dikehendaki syari’at. Busana-busana itu masih mengadopsi mode ekspose aurat sebagai ciri pakaian jahiliyah. Adapun yang lebih memprihatinkan lagi adalah busana wanita kita pada umumnya, yang mayoritas beragama Islam ini, nyaris tak kita jumpai mode pakaian umum tersebut yang tidak mengekspose aurat. Kalau tidak memper-tontonkan aurat karena terbuka, maka ekspose itu dengan menonjolkan keketatan pakaian. Bahkan malah ada yang lengkap dengan dua bentuk itu; mempertontonkan dan menonjolkan aurat. Belum lagi kejahilan ini secara otomatis dilengkapi dengan tingkah laku yang -kata mereka- selaras dengan mode pakaian itu. Na’udzubillahi min dzalik.

marilah kita takut pada ancaman akhirat dalam masalah ini. Tentu kita tidak ingin ada dari keluarga kita yang disiksa di Neraka. Ingatlah, Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam pernah bersabda:

“Dua golongan ahli Neraka yang aku belum melihat mereka (di masaku ini) yaitu suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, mereka memukuli manusia dengan cambuk itu. (Yang kedua ialah) kaum wanita yang berpakaian (tapi kenyataan-nya) telanjang (karena mengekspose aurat), jalannya berlenggak-lenggok (berpenampilan menggoda), kepala mereka seolah-olah punuk unta yang bergoyang. Mereka itu tak akan masuk Surga bahkan tak mendapatkan baunya, padahal baunya Surga itu tercium dari jarak sedemikian jauh”. (HR. Muslim, dari Abu Hurairah z, shahih).

Jika tasyabbuh dari aspek busana wanita saja sudah sangat memporak-porandakan kepribadian umat, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tinggal diam. Sebab di luar sana sudah nyaris seluruh aspek kehidupan umat bertasyabbuh kepada orang-orang kafir yang jelas-jelas bergaya hidup jahili
.
merenungi dan mentaati sebuah firman Allah yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (QS. At-Tahrim: 6).






free download ringtone mp3

Senin, 27 Juli 2009

Fenomena Waktu

Perjalan hidup setiap insan akan selalu terekam oleh pita waku, semenjak manusia pertama lahir maka waktu hadir untuk mengiringi perjalanan dan kisah hidupnya. Keberadaan waktu merupakan sesuatu yang mutlak bagi berlangsungnya kehidupan. Allah swt menciptakan waktu sebagai modal investasi untuk kebakan dan kebahagiaan umat manusia. keberadaan waktu bagi setiap makhluk ibarat api di ujung sumbu batangan lilin yang siap membakar habis batangan lilin tersebut. Umur atau usia manusia sedikit demi sedikit akan terkikis oleh waktu, sehingga jatah waktu yang diberikan kepadanya akan habis (tiba di ujung kematian).

Begitu banyak manusia yang tidak menyadari fenomena semua ini, seolah mereka menyangka waktu yang terus berputar akan tetap mengiringi kehidupannya, sehingga dalam menjalani kehidupanya mereka terlampau bebas dan tidak menghiraukan norma-norma dan aturan-aturan yang berlaku. Padahal waktu merupakan barang mahal, investasi berharga yang akan menentukan keberadaanya di kemudian hari, orang yang menanam benih jagung maka di kemudian hari dia akan memanen jagung tersebut, demikianlah miniatur dari deskripsi keberadaan waktu, mereka yang hari ini mengerjakan sesuatu yang biasa-biasa maka di kemudian hari dia pun akan menjadi manusia yang biasa-biasa, mereka yang hari ini mengerjakan sesuatu yang luar biasa dan bermanfaat maka di kemudian hari dia pun akan menjadi manusia yang lauar biasa dan akan menjadi manusia yang bermanfaat. oleh karena itu Allah swt memberikan petunjuk kepada hamba-hamba-Nya melalui firman-Nya yang diwahyukan kepada utusan-Nya :

1. demi masa.

2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (Q.S. Al-Ashr 1-3)


Dengan firman ini kita diingatkan oleh Allah swt betapa pentingnya sebuah waktu, dalam ayat tersebut sangatlah jelas bahwa manusia itu akan terpecah menjadi dua golongan dengan keberadaan waktu, golongan yang akan mendapatkan anugrah bagi yang memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya dan golongan yang akan mendapatkan kerugian bagi yang menyia-nyiakan waktu.


Dengan sedikit renungan tersebut marilah kita bentuk jati diri kita dengan selalu menghargai keberadaan waktu, "hargamu hanya sebanding dengan penghargaanmu terhadap waktu" demikianlah kata-kata bijak Bapak Mario Teguh.


Laluilah hari-hari kita dengan mengerjakan sesuatu yang terbaik, terbaik untuk diri kita sendiri, terbaik untuk semua orang, terbaik untuk alam, dan tentunya amalan terbaik bagi sang Khalik yang mesti kita persembahkan.

wallahu'alam........





Download Cara Cerdas Menggunakan Waktu

Minggu, 26 Juli 2009

Harga mu hanya sebanding dengan penghargaan mu terhadap waktu.

Teman-teman forum curhat, kali ini saya cantumkan sebuah artikel seorang motivator ulung yaitu bapak super kita; Bapak Mario Tegush Selamat membaca dan merenungkan.

Rekan-rekan Super Members yang baik hatinya,
Berikut adalah catatan sederhana yang saya susunkan untuk rekan-rekan di akhir minggu ini.
…….

MT WEEKEND NOTE
Harga Kita
Hanya Sebanding Dengan
Penghargaan Kita
Terhadap Waktu
MARIO TEGUH
…….
Dua bulan pertama dari tahun yang baru saja kita rayakan kebaruannya ini, telah berlalu, dan dalam dua minggu kita akan melalui seperempat dari satu tahun yang akan menjadikan semua orang menua satu tahun, tetapi yang belum tentu menjadi lebih mampu daripada diri mereka di tanggal yang sama tahun lalu.
Kelihatannya, waktu memilah-milah orang berdasarkan kualitas sikapnya dalam menggunakan waktu.
Yang bersikap baik dalam menggunakan waktu, akan hidup dengan baik. Yang menyepelekan waktu, akan hidup memprotes penyepelean dari orang lain.
Saya tidak ingin mengundang siapapun untuk merasa khawatir dan terusik dengan ketepatan dari penggunaan waktu dalam hidupnya; tetapi jika ada orang yang tidak khawatir dengan penuaan dirinya yang tidak dibarengi dengan pertumbuhan kekuatan kehidupannya, undangan saja tidak cukup.
Setiap pribadi yang melemahkan kehidupannya dengan cara melemahkan upayanya di dalam rentang waktu, telah sebetulnya dibentak keras oleh kehidupan.
Tetapi kehidupan, tampil bisu bagi orang yang tidak menghormati waktu; karena kekasaran bicara dari kehidupannya tertutupi oleh lantangnya keluhan dan protesnya sendiri tentang ketidak-adilan kehidupan.
Dan kepada dia yang hatinya gelisah karena menyadari penuaan dirinya yang hanya menghasilkan pelemahan kehidupan …, ini yang bisa Anda sampaikan kepadanya:

…….
Saudaraku,
Buah hati dari ibu mu yang sahabat ibu ku,
Yang telah khusuk mendoakan mu dan mendoakan ku,
Bahkan jauh sebelum hari kelahiran mu dan kelahiran ku,
Sadarilah bahwa,
Kehidupan ini sudah besar, engkau tidak akan bisa membesarkannya lagi.
Sehingga sebetulnya engkau tumbuh dari ukuran-ukuran kecil mu untuk menjadi pribadi yang pantas bagi kehidupan yang besar.
Dan yang ini adalah pengertian yang bila kau kuasai, engkau akan menguasai kehidupan, bahwa,
Waktu adalah kesempatan yang pasti menumbuhkan sesuatu.
Mungkin kalimat ku itu terlalu kecil dan sederhana jika kau bandingkan dengan pembiasan orang lain kepadamu untuk mendengar kalimat-kalimat besar yang panjang dan berbunga rampai, tetapi yang berbuah kecil-kecil dan sedikit.
Aku ulangi ya?
Waktu adalah kesempatan yang pasti menumbuhkan sesuatu.
Maka janganlah ada sedikit keraguan di hatimu, bahwa
Demi waktu,
Jika engkau tidak bersikap, berpikir, dan berlaku yang menumbuhkan kekuatan, engkau pasti menumbuhkan kelemahan. Dan yang dilemahkan adalah kehidupanmu.
Rasa enggan adalah kekuatan yang sangat besar, baik untuk mencapai keberhasilan atau menyebabkan kegagalan.
Maka engganlah terlibat dalam hal-hal yang tidak menghasilkan.
Dan bersegeralah dengan hal-hal yang menghasilkan, walau sekecil apapun.
Demi waktu,
Jika bukan kebaikan yang mewarnai hati, pikiran, dan gerakan-gerakan tubuh mu, pasti bukan kebaikan yang tumbuh subur dalam hari-hari mu. Dan yang diburukkan adalah kehidupanmu.
Maka bersegeralah menambahkan kebaikan dalam setiap langkah keseharian mu, agar keajaiban yang menata perjalanan hidupmu memindahkan mu ke jalan-jalan menuju taman-taman keindahan hidupmu.
Demi waktu,
Jika bukan kasih sayang dan keindahan yang menjadi warna hati, wajah, dan cara-cara mu, pasti bukan keindahan yang kau lihat dan rasakan di dunia ini. Dan yang dikejamkan adalah kehidupanmu.
Engkau adalah pena yang menuliskan cerita kehidupanmu sendiri.
Jika cerita yang kau pilih berisi kasih sayang dan keindahan, maka tangan yang menggunakan mu adalah tangan Tuhan.
Sahabat pengisi hatiku,
Yang menjadi tujuan dari semua kerja keras ku,
Khidmat aku berharap bahwa engkau tidak mengijinkan keraguan mengganggu yang telah kau mengerti sebagai yang baik bagi mu. Karena jika engkau meragukan kebaikan, engkau memastikan keraguan sebagai penghalang kemuliaan mu.
Perhatikanlah ini,
Jika engkau bersumpah, engkau memulainya dengan “Demi Tuhan …”
Dan karena Tuhan serius dalam niat-Nya untuk memuliakan mu, Beliau memulai dengan “Demi masa …”
Dengan pengertian ini, mudah-mudahan pintu hatimu terbuka lebar dan me-raksasa-kan balai keindahan yang menjadi ruang tertatanya semua kejadian dalam hidupmu.
Dengan pengertian ini, mudah-mudahan bibir mu bergetar dengan pujian dan pujaan kepada Tuhan yang menjadi tujuan kehidupan mu, dan hati mu bersujud dalam penyerahan yang menyeluruh kepada Yang Maha Memelihara mu.
Engkau adalah kekasih Tuhan, dan tidak ada yang diinginkan-Nya kecuali memuliakan mu.
Maka, jika besar harapan mu untuk menjadi pribadi yang berharga, hargailah waktu.
Dan tetapkanlah ini sebagai hukum bagi mu, bahwa
Harga mu hanya sebanding dengan penghargaan mu terhadap waktu.

…….

Rekan-rekan Super Members yang terkasih,
Mudah-mudahan Weekend Note ini bisa menyumbangkan sedikit pertimbangan penguat bagi pencapaian kehebatan pribadi kita bersama.
Akhir minggu ini harus kita masuki dengan kesungguhan untuk menjadikan setiap jiwa yang ada dalam hidup kita merasa bersyukur dia berada dalam persahabatan dan kekeluargaan bersama kita.
Kembali dan temuilah anggota keluarga Anda sebagai pribadi yang mendahului dan menjadi contoh bagi perilaku berkasih sayang yang kemampuan besarnya sudah Anda miliki.
Sampai kita bertemu lagi nanti.
Terima kasih dan salam super,

Sabtu, 25 Juli 2009

Tafakur Diri


Hidup di dunia hanyalah sementara, tak ada yang abadi di hadapan kita semuanya semu...termasuk kesenangan yang kita rasakan saat ini, esok hari, hari ini, satu jam kedepan atau bahkan satu detik dari sekarang mugkin kebahagiaan itu akan berubah menjadi kekhawatiran....namun terkadang kita selalu terjebak dengan keindahan2 yang selalu menjadi harapan kita padahal semuanya semu....keabadian adalah sesuatu yang mesti kita cari dan harapkan dan alangkah lengkapnya jika kebahagiaan yang kita cari kita sandarkan pada keabadian...inilah yang kebanyakan orang lupakan.... dunia memanglah semu semua serba sesaat tapi disamping itu dunia merupkan aset yang akan menentukan keabadian kita nanti....satu hal yang akan mengabadikan kebahagiaan kita adalah amal terbaik yang kita persembahkan baik kepada sang ilahi atau pun sesama....keseimbangan dalam hidup merupakan suatu hal yang mesti...berat sebelah merpakan bentuk ketidak adilan...manusia dan alam yang kita diami merupakan fasilitas hidup yang telah diberikan sang ilahi kepada kita semua....oleh karenanya sang maha pencipta membuat suatu perturan yang ketat untuk menjaga hubungan manusia dengan alam, alam dengan manusia dan manusia dengan manusia. "Allah tidak menciptkan ciptaan-Nya dengan sia-sia..."untuk terjalinnya harmonisasi kehidupan.....dengan adanya aturan demikian sang ilahi memberlakukan hukum kausalitas (sebab akibat),..ketika seseorang berbuat konyol pada alam maka alam pun akan memberikan hal serupa....ketika sungai yang airnya bening dan menyegarkan diperlakukan dengan tidak wajar (membuang sampah) maka sungai pun akan memberikan hal yang sama (kotor, bau dan juga banjir)...hargailah alam dan berikanlah haknya maka alam pun akan menghargai kita dan akan memberikan haknya kepada kita..demikianlah kausalitas. hubungan manusia apalgi yang terkadang selalu spontan dalam merspon tindakan dari luar dirinya.... hargailah mereka sebagai manusia seperti halnya kita menghargai dirikita sendiri....!!maka kita akan menjadi manusia yang sangat berharga..
terlepas dari itu semua keseimbangan mestilah tetap dijaga...kita hidup di dunia tidaklah dengan kebetulan apalagi alam yang luas ini semuanya merupakan hasil karya yang sangat luar biasa dan agung...diallah sang Illahi maha karya terindah, Allah swt...harmonisasi makhluk dengan Tuhannya sudah sedemikian rupa aturan yang disediakan oleh-Nya..intinya jalnkan kewajiban kita kemudian mohonlah hak hidup kita kepada-Nya (baca surat Al-fatihah...).
ketika hubungan dua arah (vertikal&horizontal) terjalin dengan balance maka hari-hari yang kita lalui akan sangat terasa berharga dan indah bukan di mata dan di hadapan kita...tapi di mata dan di hadapan semua orang telebih lagi di hadapan sang illahi....inililah bentuk penghargaan dan keindahan yang akan menjadi suatu kebahagiaan yang abdi....demikian wallu 'alam.......!!!!

Jumat, 24 Juli 2009

harapan hidupku


sendiri menyepi itulah kebiasaanku dari dulu, ini memang sudah menjadi karakterku yang selalu merasa nyaman dengan kesendirian, bahkan ketika aku mengisi tentang karakter aku tergolong orang melankolis dan plegmatis alias kurang suple dalam pergaulan tapi cukup pinter hehehe....tapi alhamdulillah dengan kondisi seperti ini aku bersyukur karena dengan karekter melankolisku ku selalu ingin merasa tau dan selalu berusaha untuk mencari tahu so apa yang menjadi rasa penasaranku selalu ku cari tahu...hingga akhirnya aku tau juga kekurangan-kekurangan diriku ini, sedikit demi sedikit sekap dan sifat negatifku ku buang.
kini aku merasa diriku sangatlah berharga dan pantas untuk aku muliakan di hadapan sang Maha Kuasa.
begitu banyak keinginan di benakku namun hanya satu yang menjadi harapanku, aku ingin menjadi yang terbaik untuk semua walaupun mesti pahit ku alami. Mungkin harapanku ini terlalu ideal namun memang prinsip hidupku mestilah begitu...ku teringat sebuah kalimat "cintailah yang di bumi maka yang di langit akan mencintai" dengan kalimat itu aku berfikir kalau seandainya kita memberikan yang terbaik maka yang di atas pun akan memberikan yang terbaik.
Aku yakin balasan kebaikan yang abadi itu bukan dari sesama manusia, tapi balasan kebaikan yang abadi dan hakiki adalah dari Allah SWT, manusia hanya menjadi pelantara saja untuk sampainya balasan kebaikan itu, walaupun samasekali kita tidak mendapatkan balasan kebaikan dari manusia, tapi balsan dari Allah akan tetap diberikan yakni berupa anugerah yang sangat mahal yakni keridhoan-Nya dan syurga-Nya.
Aku berharap dengan menuliskan hal-hal positif di Forum ini dapat memotivasiku untuk menjadi yang terbaik bagi semuanya. "harapan adalah tenaga yang menggerakan gerigi kehidupan":-)

Kamis, 23 Juli 2009

hari ku yang indah


hari ini ku selalu merenung memikirkan apa yang terbaik yang mesti aku perbuat...dalam menjalani hari-hariku ku akui ku tak pernah merasa puas dan selalu saja ada masalah, namun hal tersebut tidaklah menjadikan diriku murung dan larut dalam kesedihan karena ku tahu hal itu tiada guna dan manfaatnya bagiku....
hobiku membaca buku-buku pengembangan diri..ya lumayan lah buat nge up..mental dan memang aura positf selalu ku dapatkan ketika aku membaca buku-buku tentang pengembangan diri.
Di balik sikapku yang ramah aku selalu tak pernah mengerti akan orang-orang di sekitarku...mungkin aku terlalu kepedean menjust diriku ini ramah hehe...tapi alhamdulillah teman-temanku cukup banyak juga dan pada baik-baik semua padaku..
Hari ini adalah hari jum'at tanggal 24 juli 2009...ku duduk sendiri menghadapi laptop hasil kerja kerasku dulu yang ku dapatkan dengan susah payah...harapan dan impian untuk mempunyai alat elektronik canggih...dan akhirnya alhamdulliah aku sekarang memilikinya dan aku dapat memanfaatkannya dengan baik...!!
Agenda kegiatanku hari ini tidaklah begitu banyak maklum pengangguran hehe...hanya kebetulan saja aku diberi kepercayaan sama teman-teman aku untuk memegang amanah menjadi seorang ketua perkuliah ta'aruf di kampus STAI persis..!!
Hari ini uangku sudah abis bahkan min alias ngutang sama temenku...tadinya sih pingin pulang minta bekal ma ortu tapi rumahku jauh terpencil di atas gunung jadi males juga untuk pulang apalagi nanti pas abis jumatan aku mesti mencari dana buat kegiatan kuliah ta'aruf tadi..ya biasa lah mencari para donatur yang mau membantu...mmm..!kayaknya segini dulu dech coretanya maklum udah jam 11 lebih waktunya mandi buat ibadah buat jumat....:-)